Sabtu, 14 Maret 2015

Kepercayaan & Hinaan

             
           Artikel yang satu ini, saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi,bukan untuk menghina mereka tetapi hanya untuk menyadarkan mereka atas yang telah di perbuat, artikel ini saya tulis untuk di jadikan pelajaran dan sekaligus menjadi motivasi untuk diri sendiri dan orang lain.

         
           Seberapa besar kepercayaan akan teman-temanmu? Akankah semua teman yang kau percaya bisa menjaga rahasia yang kamu berikan kepadanya?Tidak, kita tidak bisa se yakin itu terhadap mereka. Mereka bisa saja manis di depan dan pahit di belakang. Begitulah kehidupan, ada pro dan kontra. Ada yang suka dan ada yang tidak. Tergantung bagaimana kita membawa diri kehadapan orang-orang.


          Apa itu kepercayaan?kepercayaan mengandung arti yang sangat dalam, dan bukan hal yang mudah untuk disepelekan, kepercayaan hanya di beri oleh orang-orang yang benar-benar "dipercaya" untuk memegang kepercayaan tersebut. Ketika seseorang mempercayaimu pertahankanlah itu dalam hatimu,hargai dan rawatlah,karena ketika kepercayaan itu hilang maka semua juga akan hilang.

        Bagaimana bila kepercayaan itu rusak? kepercayaan itu bagai kertas,putih,dan bersih. Sekali kertas itu kita remas ia tak akan kembali "sempurna". Sekali kertas itu terkena tinta, maka kertas itu akan terus bernoda. Kepercayaan itu juga seperti penghapus, ia akan terus mengecil dan mengecil setelah semua kesalahan itu terjadi.
  
A: Ambil lah sebuah piring dan hempaskan ke lantai
B: Oke,sudah.
A: Apakah pecah?
B: Iya..
A: Sekarang ucapkan maaf pada piring tersebut.
B: Aku minta "maaf"..
A: Apakah dia utuh kembali seperti semula?
B: (*terdiam dan termenung)
A: Sekarang kau akan mengerti....

       Mengapa aku selalu diam saat seseorang menggunjing atau menghinaku? "baca ini baik-baik"
Berkatalah sesuka yang kamu mau untuk merendahkan kehormatanku, diamku dari orang hina adalah sebuah jawaban. Diamku bukan berarti tak punya jawaban untuk membalas,hanya saja tidak pantas singa itu meladeni anjing yang menggong-gong

       Saat kalin menghina dan menceritakan aibku, aku tahu semua itu. Tapi apakah aku membalas? apakah aku pergi mencari keburukan dan kekurangan kalian lalu menceritakannya? Tidak, aku hanya diam menunggu sampai kamu sadar akan perbuatanmu. Mengapa aku tak membalasnya? karena jikalau aku membalasnya"apa bedanya aku dan kamu,?" itu berarti kita sama-sama munafik dan aku tak ingin itu.

      Disaat kalian menghinaku aku hanya termenung dan berdiam diri, aku menerawang jauh. Apakah aku pernah menyakiti hati seseorang sehingga aku diperlakukan seperti ini? lagi-lagi jawabannya tidak, karena aku tak pernah punya malasah,dan kalaupun punya itu semua telah berakhir secara baik-baik melalui permintaan "maaf" yang "tulus"

     Disaat kalian menghinaku aku hanya diam dan meneteskan air mata, mengapa? Aku sedih tak bisa menjadi orang yang baik untuk teman-temanku sehingga ia menjadi seperti itu (suka menghina) Aku sedih tak bisa membanggakan mereka yang selalu mendukungku susah maupun senang, Dan aku sedih tak bisa membuat hal yang berarti untuk kalian.

     Dan disaat aku memiliki masalah, pernahkah aku menceritakannya dengan berlebih lebihan?tidak. Karena setiap orang memilki masalahnya masing-masing yang tak bisa di ceritakan,mengapa tiap ku memiliki masalah hanya ku pendam sendiri? aku tak ingin membuat orang di sekitarku turut merasakan masalah yang ku hadapi , aku tak ingin orang di sekitarku juga ikut bersedih,maka dari itu aku selalu mencoba menyelesaikan masalahku sendiri. Walaupun rasanya sakit karena tak ada tempat untuk melepas rasa kekecewaan, tetapi akan lebih sakit lagi melihat orang di sekitar kita turut sedih atas apa yang sedang kita hadapi.

       Berbicara mengenai menghina dan kemunafikan, umumnya yang melakukan adalah perempuan, apalagi perempuan yang berhijab tentu orang akan mempertanyakan akhlaknya buruk ataukah baik. Jangan karena kamu telah berhijab lantas kamu mengira dirimu sudah benar dan kamu pantas untuk menghina orang lain. Biar saya jelaskan Hijab & akhlak adalah 2 hal yang berbeda. Berhijab adalah murni perintah tuhan, & akhlak adalah budi pekerti yang tergantung pada diri masing-masing. Namun jangan dengan Hijabmu kamu bertingkah seolah-olah kamu adalah orang yang baik, dan dengan hijabmu kamu menutupi semua sifat burukmu.

     Di saat teman-teman mengambil informasi dan memberitahukanku tentang "seseorang" yang telah menceritakan dan menghinaku dari belakang, aku tak marah sama sekali. Aku malah berterima kasih kepada kalian karena telah menunjukkan padaku orang-orang yang munafik dan tak pantas di jadikan teman ,,walaupun sebenarnya yang kalian lakukan itu adalah sifat yang tidak terpuji. Terimakasih untukmu.

      Arti sahabat adalah,bukan tentang seseorang yang telah lama kamu kenal, tetapi tentang seseorang yang menghampirimu dan singgah di hidupmu,kemudian dia tak pernah pergi meninggalkanmu.

     Dan untukmu,temanku yang selalu berdiam diri. Ku yakin dalam diammu kamu menutupi sesuatu, kamu pasti pernah tidak suka dan mungkin benci kepada seseorang. Jika kamu punya masalah selesaikan dengan orang tersebut, jangan jadikan aku sebagai tempat pelampiasan dan menuduh bahwa aku yang telah "mempengaruhi" mereka sehingga mereka berubah.

     Dan yang terakhir untukmu,temanku yang selalu mengina,memfitnah,dan menggunjing keburukanku. Aku pernah mendengar pepatah yang berbunyi "seseorang menghina kita karena mereka iri akan hidup kita yang lebih baik dari mereka" Sekarang aku ingin bertanya walaupun secara tidak langsung. Apa yang kamu inginkan dari kehidupanku? kalian iri akan harta bendaku? tidak, karena aku bukan orang yang memiliki harta berlebihan. Kalian iri dengan teman-temanku? kita bisa menjalin pertemanan bersama tanpa merebut mereka dengan cara yang tidak baik. Kalian iri akan kecerdasanku? tidak, karena aku bukanlah anak yang cerdas layaknya Albert Einstein yang memiliki IQ tinggi, aku hanya anak yang ingin menimba ilmu di sekolah bersama teman-teman yang setia.  Lantas apa yang kamu cari dariku?
    
   Dan untukmu ku ingatkan " Kamu boleh menghina dan merendahkanku, karena mungkin kamu merasa bahwa derajatmu lebih tinggi ,tetapi siapa tau dirimu lebih rendah dari ku dimata Tuhan?. Dan jangan kamu menganggap dirimu lebih tinggi, karena langit tak perlu bilang bahwa dirinya lebih tinggi namun semua orang mengetahuinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar