rasanya kata-kata tersebut tidak asing lagi
Dikhianati, dibohongi, dan difitnah, itu adalah hal yang menyakitkan hati, seperti disayat pedang beribu kali. Peristiwa pahit ini sudah sering kualami, tetapi kali ini rasanya sakit merasuk di dada, ketika sahabat yang ku anggap seperti saudara sendiri dan ku percaya bisa saja bersikap munafik. Bila disakiti oleh orang yang bukan sahabat atau lawan, itu masih bisa di maklumi dan tak akan melukai hati, namun bila yang menyakiti sahabat karib sendiri,rasanya?jangan ditanya
Kadang saya berfikir apa yang mereka inginkan dari saya hingga tega mengkhianati seperti itu? apa saya pernah punya salah?
Ber ulang-ulang kali saya mencoba bersabar dan tak membalas balik seperti apa yang mereka lakukan,namun setiap saat saya mencoba menenangkan diri.Mereka menganggap jika ia mengulangi kesalahan yang sama,saya tak akan marah dan dengan mudahnya memaafkan mereka.Namanya juga teman kadang kalau lagi perlu mendekat, saat senang dilupakan. Sama teman jangan terlalu percaya,jangan terlalu baik juga,biasanya kalo kita terlalu baik ujung-ujungnya bakalan gak tau diri dan hanya dimanfaatkan.
Nasihat bijak: "Janganlah engkau hiraukan orang yang menceritakan aibmu dari belakang, mereka berada di belakang kita,kita yang berada di depan, orang yang berada di depan adalah orang yang maju dan menjadi sukses di kemudian hari"
""Seseorang yang membenci dan mengkhianati anda itu karena hidup anda jauh lebih baik dari mereka,maka jangan dengarkan perkataannya.. Terus saja melangkah dengan optimis jangan berbalik ke belakang""
Di dalam Al-Qur'an Q.S. An-nisaa:138 : *Kabarkanlah kepada orang-orang yang munafik bahwa mereka akan mendapatkan siksaan yang pedih*
Maka tegurlah teman yang munafik agar menyadari kesalahannya,dan karenanya kamu akan mendapatkan pahala atas perbuatanmu.
Seperti kata pepatah: Lebih baik kita di benci dan dikucilkan tetapi menjadi diri sendiri, ketimbang baik dan munafik hanya untuk di sukai orang.
Karenamu,aku mengenal rasa sakit dari sebuah pengkhianatan,dan aku belajar ikhlas dari sebuah kehilangan dan menjadikannya sebuah kenangan. Terimakasih untukmu teman munafik,karenamu aku belajar lebih tabah dalam menjalani hidup dan menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya. Hari-hari ku lebih indah untuk dijalani ketimbang memikirkan perkataan orang lain yang belum tentu dirinya sudah benar"
Belajar dari pengalaman itu ada hikmah yang dapat saya petik yaitu: saya lebih berhati - hati dalam memilih teman dan tidak mudah percaya dengan seseorang, karena orang yang paling kita percaya biasanya adalah orang yang paling mudah menusuk kita dari belakang, maka dari itu cukup bersabar dan mengelus dada tanpa membalas, tersenyum dan melangkah dengan pasti itu akan menjadi boomerang yang sakit baginya"
Sekian dan terimakasih, wassalam




Curhat mbak😂😅?
BalasHapus"L"
Hapus